LDII Muba Gelar Festival Anak Saleh untuk Evaluasi Pembinaan

MUSI BANYUASIN (1/7) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Musi Banyuasin (Muba) menggelar Festival Anak Saleh (FAS) di Komplek Masjid Al Huda, Kayuara, sebagai upaya mengevaluasi hasil pembinaan generasi muda sekaligus mengisi masa libur sekolah dengan kegiatan yang edukatif dan religius.

Kegiatan yang berlangsung selama masa liburan sekolah tersebut diikuti sekitar 200 peserta mulai dari usia PAUD hingga SMP. Festival dibuka oleh Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) LDII Muba, H. Agus Wahyudi, dan ditutup pada Rabu siang oleh Wanhat KH Achmadi dengan doa bersama.

Turut hadir dalam pembukaan Penanggung Jawab Kegiatan H. Suyono, S.Pd., M.M., para ustaz dan ustazah pembina pangkalan dari seluruh Zona Barat, serta jajaran Satuan Komunitas (SAKO) Sekawan Persada Nusantara (SPN) Kwartir Cabang (KAKAK) yang dipimpin Kak Maryadi bersama para pembina dari pangkalan se-Muba Zona Barat.

Dalam sambutannya, H. Agus Wahyudi mengatakan Festival Anak Saleh menjadi sarana evaluasi terhadap capaian pembinaan yang selama ini dilakukan di tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC).

“Kegiatan ini merupakan ajang untuk mengukur hasil pembinaan yang telah dilaksanakan di setiap PC dan PAC. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kita mempersiapkan generasi muda yang profesional dan religius dalam menyongsong bonus demografi Indonesia pada 2030 hingga 2045,” ujarnya.

Ketua pelaksana, H. Suyono, menjelaskan bahwa Festival Anak Saleh rutin dilaksanakan setiap masa libur sekolah sebagai wadah pembinaan karakter sekaligus pengembangan kompetensi santri TPA.

“Libur sekolah harus diisi dengan kegiatan yang positif. Melalui festival ini, anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga meningkatkan kemampuan sesuai target pembinaan yang telah ditetapkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua SAKO SPN KAKAK Muba Zona Barat, Kak Maryadi, mengungkapkan bahwa berbagai cabang lomba diselenggarakan untuk mengasah kemampuan keagamaan maupun keterampilan peserta.

“Selain lomba adzan, nasihat agama, cerdas cermat Islam, dan tahfiz Al-Qur’an, kami juga mengadakan perlombaan keterampilan kepramukaan seperti mendirikan tenda, tali-temali, serta Peraturan Baris Berbaris (PBB). Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kerja sama anak-anak,” jelasnya.

Di sela penutupan kegiatan, Ketua DPD LDII Musi Banyuasin, Daud Sobri, menegaskan bahwa kolaborasi antara bidang dakwah, SAKO SPN berbasis masjid, serta para Penggerak Pembina Generasi (PPG) menjadi langkah strategis dalam membangun generasi penerus yang unggul.

“Sinergi antara bidang dakwah, SAKO SPN, dan para pembina generasi merupakan ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi Qurani yang berwawasan luas, berakhlak mulia, serta siap melanjutkan estafet dakwah sesuai bidang pengabdian dan lokasi penugasannya di masa mendatang,” ujar Daud Sobri.

Melalui Festival Anak Saleh ini, LDII Musi Banyuasin berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga terampil, disiplin, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045.(ds)

admin_taufik

Learn More →
Telegram
WhatsApp