Tingkatkan Pemahaman Agama, Siswi SMA Aziziah Palembang Dibekali Tentang Thaharah dan Birrul Walidain

Palembang (25/9). Siswi SMA Aziziah Palembang mengikuti pengajian untuk meningkatkan pemahaman dalam menjaga kesucian, terutama masalah haid bagi perempuan. Selain itu, mereka juga mendapatkan nasihat tentang pentingnya berbakti kepada orang tua ( birrul walidain ). Pengajian ini menghadirkan dua pemateri dari DPP LDII Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK), yaitu Qoyyimah dan Hermawati. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Fatah, Kenten, pada Kamis (24/9).

Qoyyimah menjelaskan, darah dapat dihukumi najis jika ukurannya telah mencapai sebesar koin. “Darah yang ukurannya sudah sebesar koin itu najis. Kalau belum sebesar koin, belum bisa dikatakan najis. Itu kalau darah biasa seperti darah luka,” ujarnya. “Kalau darah menstruasi, mau sekecil apapun, itu sudah termasuk najis.”

Lebih lanjut, Qoyyimah juga menerangkan secara detail tentang cara membedakan darah haid dan darah istihadhah. “Ada empat perbedaan antara darah haid dan darah istihadhah. Darah haid bercirikan warna kehitaman, kental, bergumpal, serta berbau tidak sedap dan amis. Sedangkan darah istihadhah berwarna kekuningan, lebih cair, dan baunya seperti darah biasa,” jelas Qoyyimah.

Ia juga mengingatkan pentingnya bagi perempuan untuk memahami masalah haid secara mendalam karena berkaitan langsung dengan keabsahan ibadah. Karena masih banyak yang keliru dalam membedakan darah haid dan istihadhah karena berkaitan dengan sah atau tidaknya salat dan ibadah lainnya bagi wanita. “Perempuan itu harus benar-benar paham tentang haid, karena ini menyangkut sah atau tidaknya ibadah kita. Banyak yang masih bingung cara membedakan mana darah haid dan mana darah istihadhah. Kalau salah memahami hal tersebut, solat bisa menjadi tidak sah,” tambahnya.

Dalam nasihatnya, Hermawati menyampaikan bahwa terdapat empat perkara yang dapat dilakukan untuk meraih pahala. “Ada empat perkara yang dapat dikerjakan untuk mendapatkan pahala, yaitu mengajar, belajar, mendengarkan, dan senang,” ujar Hermawati.

Hermawati juga mengatakan pentingnya berbakti kepada orang tua dan menjauhi perbuatan durhaka, karena salah satu syarat kesuksesan seorang anak adalah berbakti kepada orang tua. “Doa orang tua itu mustajab dan tidak ada bandingannya dari doa lain, oleh sebab itu kesuksesan anak itu ada dua syarat, yaitu berbakti kepada orang tua ( birrul walidain ), dan menolong agama Allah,” katanya.

Hermawati berpesan agar para siswi senantiasa menjaga semangat menuntut ilmu dan mendengarkan nasihat orang tua. Berkenaan dengan itu, Hermawati merincikan lima tanda anak yang saleh dan salihah, yaitu:
1. Selalu taat dan berbakti kepada orang tua.
2. Berusaha menyenangkan hati orang tua, baik melalui ucapan maupun perbuatan.
3. Selalu mendoakan orang tua.
4. Bisa meringankan beban hidup orang tua.
5. Menerima keadaan orang tua apa adanya.
(keyla)

admin_taufik

Learn More →
Telegram
WhatsApp