Lubuklinggau (13/9). Merespons masifnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Lubuklinggau menyelenggarakan kegiatan pengajian khusus pemuda.
Mengusung tema edukasi dalam menyikapi dinamika media sosial, agenda pembinaan generasi penerus ini dilaksanakan di Masjid Nurul Iman yang berlokasi di dalam kompleks Sekretariat DPD LDII Kota Lubuklinggau, pada Minggu, 13 September 2026.
Kegiatan pengajian ini merupakan langkah proaktif dari pengurus daerah dalam membentengi moral dan etika generasi muda di tengah gempuran arus informasi digital. Kehadiran media sosial yang bagaikan pisau bermata dua menuntut para pemuda untuk memiliki bekal literasi digital yang mumpuni. Melalui majelis ilmu ini, para pemuda LDII diberikan pemahaman komprehensif agar mampu memanfaatkan berbagai platform digital secara bijak, produktif, dan tetap berpegang teguh pada tuntunan ajaran agama.
Ketua DPD LDII Kota Lubuklinggau, Suhardiman, dalam arahannya memaparkan bahwa pemuda merupakan kelompok demografi yang paling masif dan aktif berinteraksi di dunia maya. Ia mengingatkan kepada seluruh peserta pengajian agar senantiasa mengedepankan kehati-hatian dalam menerima serta menyebarkan sebuah informasi. Suhardiman menegaskan betapa krusialnya proses tabayyun (klarifikasi) guna mencegah para pemuda terjerumus dalam penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun konten negatif lainnya yang dapat merusak kerukunan umat.
”Media sosial menawarkan kemudahan akses informasi tanpa batas, namun di saat yang bersamaan juga membawa tantangan ujian yang besar bagi moralitas generasi muda kita. Kami menaruh harapan agar pemuda LDII Kota Lubuklinggau mampu menjadi warga digital yang cerdas dan tetap mengedepankan akhlakul karimah. Jadikanlah perangkat media sosial kalian sebagai sarana untuk menebar inspirasi kebaikan, mempererat silaturahmi, serta wadah dakwah yang menyejukkan, bukan sebagai panggung untuk saling menjatuhkan,” urai Suhardiman memberikan motivasi kepada peserta.
Suasana pengajian di Masjid Nurul Iman tersebut berlangsung sangat interaktif dan disambut dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Selain mengkaji dalil-dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits yang relevan dengan adab serta etika berkomunikasi, forum ini juga diisi dengan diskusi aplikatif mengenai rambu-rambu pergaulan di dunia maya. Pemaparan materi sengaja dikemas secara kekinian sehingga mudah dicerna dan relevan dengan keseharian generasi milenial maupun generasi Z binaan LDII.
Melalui agenda pembinaan yang adaptif dan berkesinambungan ini, DPD LDII Kota Lubuklinggau menargetkan lahirnya generasi penerus yang tangguh menghadapi disrupsi teknologi masa kini. Secara kelembagaan, LDII terus berkomitmen mencetak generasi muda yang mencapai target “Tri Sukses”, yakni memiliki kepahaman agama yang mendalam (alim-faqih), budi pekerti luhur (akhlakul karimah), dan kemandirian, sehingga mereka siap berkontribusi secara positif di era digitalisasi. (Raka)
