PRABUMULIH (26/9). Ratusan generasi muda LDII mengikuti pembinaan bertajuk “Ruang Aman untuk Memahami: Apakah Aku Siap Menikah?” di Masjid Sabilul Muttaqin, Prabumulih, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang digelar DPD LDII Kota Prabumulih tersebut menghadirkan psikolog untuk membahas kesiapan menikah dari berbagai aspek, sekaligus diikuti perwakilan generasi muda LDII dari DPD LDII PALI.
Psikolog Novelyna Yusraningdyah, M.Psi., Psikolog, dari Tim BK PPG Prabumulih, mengajak peserta melihat kesiapan menikah dari sisi yang lebih mendasar, yakni kemampuan mengenali diri, mengelola emosi, menghadapi persoalan, dan membangun komunikasi yang sehat dengan calon pasangan.
Novelyna menekankan, sebelum berusaha memahami pasangan, seseorang perlu lebih dahulu memahami dirinya sendiri. Pengalaman masa lalu, pola menghadapi masalah, hingga kebiasaan dalam merespons keadaan dapat terbawa ke dalam hubungan dan memengaruhi kehidupan berumah tangga.
“Kalau ingin membangun hubungan dengan orang lain, kita perlu memahami diri sendiri terlebih dahulu. Apa yang kita rasakan, bagaimana kita menghadapi masalah, dan pengalaman apa yang masih terbawa, perlu kita kenali,” jelas Novelyna.
Untuk membantu proses tersebut, Novelyna mendorong adanya ruang yang aman bagi generasi muda untuk bertanya dan berdiskusi mengenai persoalan hubungan tanpa takut dihakimi. Menurutnya, keterbukaan dapat membantu seseorang mengenali hal-hal yang masih perlu diperbaiki sebelum mengambil keputusan untuk menikah.
“Ruang aman membuat kita bisa belajar memahami diri tanpa merasa dihakimi. Dari situ kita bisa melihat apa yang masih perlu diperbaiki dan apa yang harus dipersiapkan sebelum masuk ke pernikahan,” ujarnya.
Dari sisi pembinaan, Dewan Penasihat DPD LDII Prabumulih Agus Chawari mengingatkan bahwa pernikahan membawa konsekuensi tanggung jawab yang perlu dipersiapkan sejak sebelum akad. Karena itu, keputusan menikah perlu disertai kesiapan menjalani kehidupan bersama, termasuk menghadapi tanggung jawab dan realita rumah tangga, bukan sekadar keinginan untuk memiliki pasangan.
“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang. Di dalamnya ada tanggung jawab, cara berpikir, dan komitmen yang harus dijalani bersama,” kata Agus.
Ia berharap pembinaan tersebut dapat membantu generasi muda memahami pernikahan secara lebih utuh, sehingga mereka memiliki bekal dalam mempersiapkan diri sebelum membangun keluarga.

Sementara itu, Tukijo Tegar Abdullah hadir mewakili DPD LDII PALI atas mandat Ketua DPD LDII PALI Agus Susanto. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan pembelajaran antardaerah dalam pembinaan generasi muda LDII.
“Materi seperti ini penting karena generasi muda tidak hanya perlu mengetahui tentang pernikahan, tetapi juga perlu belajar mengenali diri, mengelola emosi, berkomunikasi, dan memahami tanggung jawab sebelum membangun keluarga,” ujar Tegar.
Sepanjang kegiatan, peserta aktif mengikuti pemaparan dan diskusi mengenai kesiapan diri, komunikasi dalam hubungan, pengelolaan emosi, serta berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum menikah. Pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk memasuki kehidupan berkeluarga dengan pemahaman, tanggung jawab, dan komitmen yang lebih matang.
