Ratusan Remaja Antusias Belajar Digital Entrepreneur dan Bisnis Afiliasi di Era Disruption
SUNGAI LILIN JAYA — Organisasi LDII Muba menggelar seminar kemandirian dengan tema digitalpreneur dan TikTok affiliate marketing untuk pemula. Acara yang berlangsung di Masjid Miftahul Huda Kelurahan Sungai Lilin Jaya ini digagas oleh divisi Penggerak Pekerja Muda Generasi Cerdas (PPG).
Seminar ini merupakan respons strategis LDII Muba dalam menyikapi era disruption yang terus berkembang pesat.
Era disruption adalah periode transformasi digital yang fundamental, di mana teknologi mengubah tatanan ekonomi dan model bisnis secara drastis. Pekerjaan tradisional terus tergeser oleh otomasi dan bisnis digital, sehingga generasi muda memerlukan adaptasi dan inovasi untuk tetap relevan.
Seminar Kemandirian Ramai Dihadiri Remaja
Masjid Miftahul Huda tampak penuh sesak dengan kehadiran ratusan remaja putra dan putri yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyerap materi seminar. Peserta dengan seksama mendengarkan pembicara berpengalaman di bidang digital entrepreneurship dan affiliate marketing.

Strategi LDII Muba untuk mengajak remaja menjadi afiliator, khususnya melalui platform TikTok, merupakan upaya konkret membuka peluang ekonomi digital di era modern. Program ini menggabungkan nilai-nilai kemandirian dengan pemanfaatan teknologi terkini.
Keuntungan Bisnis Affiliate untuk Remaja
Peserta seminar kemandirian ini mendapatkan pemahaman mendalam tentang keuntungan menjadi seorang afiliator dalam bisnis digital:
1. Passive Income dan Fleksibilitas Waktu
Sebagai afiliator TikTok, remaja dapat menghasilkan passive income sambil menjalankan aktivitas lain. Sistem affiliate marketing memungkinkan penghasilan berkelanjutan tanpa terikat jam kerja formal, memberikan kebebasan waktu bagi pelajar atau mahasiswa.
2. Modal Awal Rendah dalam Digital Entrepreneur
Berbisnis sebagai afiliator tidak memerlukan modal besar atau persediaan barang fisik. Cukup dengan smartphone dan koneksi internet, siapa pun bisa memulai bisnis digital dengan biaya operasional minimal.
3. Pembelajaran Praktis Entrepreneurship Digital
Program afiliasi mengajarkan skill pemasaran digital, copywriting persuasif, dan strategi penjualan online yang sangat applicable di era digital entrepreneurship modern.
4. Jangkauan Pasar Luas Melalui TikTok
Platform TikTok memiliki miliaran pengguna aktif, memberikan afiliator kesempatan menjangkau potensi customer yang tidak terbatas dalam bisnis online.
5. Tanpa Risiko Pengelolaan Produk
Afiliator tidak perlu mengurus logistik, kontrol kualitas produk, atau menangani komplain pelanggan—fokus sepenuhnya pada promosi dan marketing.
Ketua LDII Muba: Inovasi Sesuai Kemajuan Zaman
Daud Sobri, Ketua LDII Muba, menekankan komitmen organisasi terhadap pengembangan generasi muda. “Kita terus melakukan inovasi kegiatan yang sesuai dengan derap kemajuan masyarakat,” ungkapnya ditemui di PPTR.
“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai sarana membina mental remaja, tetapi juga kami jadikan gerakan membangun ekonomi digital yang sedang berkembang pesat saat ini,” lanjut Sobri.
Ketua LDII Muba juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi generasi muda.
“Jika anak muda sudah aktif memiliki income dari usaha digital dan bisnis affiliate, maka mereka akan menjadi penerus perjuangan dakwah yang berbasis masjid dengan lebih solid dan mandiri,” katanya.
“Generasi muda yang mapan secara ekonomi akan lebih fokus dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dan berkontribusi nyata untuk masyarakat,” pungkasnya.
Seminar Kemandirian LDII Muba: Dari FYP Ke Cuan
Seminar dengan tajuk “Dari FYP ke Cuan” (From For You Page to Profit) ini menghadirkan materi komprehensif tentang bagaimana remaja dapat memanfaatkan TikTok sebagai platform menghasilkan uang melalui program afiliasi.
Acara yang digelar LDII Muba ini menunjukkan komitmen organisasi dalam memberdayakan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi digital di tahun 2026 dan masa depan yang lebih kompetitif.(ds)
