Gelar Sosialisasi Program Tahun Ajaran Baru, Yayasan Aziziah Palembang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua Siswa

Palembang, (23/26). Yayasan Aziziah Palembang, menggelar kegiatan sosialisasi program pendidikan di Graha Sulthon Aulia, Palembang, yang berlangsung pada Minggu (5/7). Kegiatan ini diikuti oleh orang tua/wali peserta didik baru jenjang SD, SMP, SMA Tahun Ajaran 2026/2027 dan Pondok Pesantren Al-Fatah, sebagai upaya memberikan informasi mengenai visi dan misi, kurikulum, dan program unggulan sekolah maupun pondok. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua/wali memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai program Pendidikan dan lingkungan sekolah sehingga merasa yakin dalam mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah-sekolah naungan Yayasan Aziziah.

Pada pembukaan kegiatan, Dewan Penasihat LDII Sumatera Selatan sekaligus Pembina Yayasan Aziziah, Yunus Iskandar, menegaskan bahwa ilmu harus diperoleh melalui bimbingan guru, bukan hanya secara mendiri. “Ilmu tidak cukup diperoleh dengan belajar sendiri, tetapi harus melalui bimbingan dan pengajaran dari guru, dalam hal mengaji juga begitu,” ujarnya.

Di sisi lain Ketua Yayasan Aziziah, Edi Sukarno, menjelaskan bahwa Yayasan menargetkan pembentukan karakter anak yang sholih dan sholihah, memiliki ilmu yang baik, berakhlakul karimah, serta mandiri agar mampu bersaing di berbagai lingkungan, membanggakan orang tua, dan meraih kesuksesan di dunia maupun akhirat. “Sebagai profil lulusan, kami menargetkan pembentukan anak-anak yang sholih dan sholihah. Target kami, anak-anak memiliki ilmu yang luas (alim faqih), berakhlakul karimah, dan mandiri. Dengan begitu, mereka memiliki karakter yang baik, mampu berkompetisi di dunia luar di mana pun berada, membanggakan kedua orang tua, serta meraih kesuksesan dunia dan akhirat,” jelas Edi.

Sementara itu, Kepala SMA Aziziah Palembang, Wildan Sholih, mengatakan bahwa digelarnya kegiatan tersebut, salah satu tujuannya untuk menyelaraskan bidang akademik maupun non-akademik. Salah satu bentuk pengembangan prestasi non-akademik dilakukan melalui kegiatan olahraga seperti pencak silat dan sepak bola. Selain itu, pihak pesantren juga akan menjalin kerja sama dalam memberikan pendidikan 29 karakter luhur guna membentuk karakter siswa yang baik. “Kegiatan sosialisasi ini digelar salah satunya untuk menyelaraskan bidang akademik dan nonakademik. Dalam bidang nonakademik, siswa didorong untuk meraih prestasi melalui berbagai kegiatan olahraga, seperti pencak silat dan sepak bola. Selain itu, dari pihak pesantren juga akan bekerja sama dalam membentuk pendidikan 29 karakter luhur bagi para siswa,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala SMP Aziziah Plus Palembang, Nurhamid Jaya. Ia mengungkapkan bahwa mereka tengah menyiapkan program untuk meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik siswa melalui kerja sama waka kurikulum, kesiswaan, staf, dan para guru. Keseimbangan prestasi ini dibarengi dengan pembentukan akhlak, karena tujuan SMP Aziziah Plus adalah mencetak lulusan yang berprestasi sekaligus mampu menerapkan 29 Karakter Luhur sesuai arahan DPP LDII.

Adapun Rahmatullah Al Hasaniy, selaku Ketua DPW LDII Sumatera Selatan sekaligus Ketua Pondok Pesantren Al-Fatah, menegaskan pentingnya akhlakul karimah dan 29 karakter luhur sebagai bekal utama santri. Ia berharap lulusan pesantren dapat bermanfaat bagi lingkungan, menjadi ujung tombak pejuang agama, serta meneruskan pendidikan formal hingga jenjang sarjana. “Nilai utama yang paling penting adalah akhlakul karimah dari 29 karakter luhur. Sehebat apa pun mereka, akhlak dan karakter luhur itulah yang menjadi bekal utama. Setelah lulus dari pesantren ini, kami berharap mereka bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat, menjadi ujung tombak pejuang agama, serta melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana S1 dan S2,” tegas Rahmatullah.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan berharap adanya kolaborasi yang baik antara orang tua/wali siswa dengan pihak sekolah maupun pondok. Salah satu bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembentukan grup orang tua/wali sebagai sarana komunikasi dan koordinasi, agar program sekolah dan pondok dapat berjalan berkesinambungan dengan pendampingan orang tua sehingga output lulusan yang diharapkan dapat tercapai. (Keyla)

admin_taufik

Learn More →
Telegram
WhatsApp