Musi Banyuasin (25/7)— Pengajian remaja Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mendapat penguatan pembinaan melalui kegiatan Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII yang turun langsung ke akar rumput.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Ustaz Ikhsan Mubin Mahendra dan Ustaz Humaidi Ramadhan. Keduanya mengajak para remaja untuk membangun keimanan yang kokoh, memiliki mental yang tegar, serta mampu menjaga diri di tengah berbagai tantangan dan pengaruh negatif perkembangan zaman.
Ustaz Ikhsan Mubun Mahendra menyampaikan bahwa remaja membutuhkan pondasi agama yang kuat agar tidak mudah terbawa arus lingkungan. Menurutnya, keimanan bukan sekadar pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Remaja harus memiliki keimanan yang kokoh, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kerusakan zaman. Dengan bekal agama, mereka dapat menentukan mana yang baik dan mana yang harus dihindari,” pesannya.
Sementara itu, Ustaz Humaidi Ramadhan menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Menurutnya, setelah perintah untuk beribadah dan bertauhid, Al-Qur’an juga memberikan penekanan yang kuat mengenai kewajiban berbuat baik kepada orang tua atau birrul walidain.
“Menjadi anak yang baik bukan hanya rajin beribadah, tetapi juga harus memiliki akhlak kepada kedua orang tua. Birrul walidain merupakan bagian penting dari karakter seorang anak yang beriman,” tuturnya.
Ia mengingatkan para remaja agar tidak menjadikan kesibukan, pergaulan, maupun perkembangan teknologi sebagai alasan untuk mengabaikan orang tua. Justru, kemajuan zaman harus diimbangi dengan peningkatan iman, ilmu, dan akhlak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPD LDII Kabupaten Muba, H. Daud Sobri. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda di tingkat PAC.
Daud Sobri mengatakan, pembinaan remaja merupakan investasi penting bagi keberlangsungan dakwah dan kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, remaja perlu dibekali ilmu agama sekaligus karakter luhur agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Remaja adalah generasi penerus. Mereka harus memiliki tiga bekal utama, yaitu ilmu, iman, dan akhlak. Dengan itu, mereka akan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan kompas moral,” ujar Daud Sobri.
Ia menambahkan, kegiatan PKD yang dilaksanakan hingga tingkat PAC menunjukkan pentingnya pembinaan yang menyentuh langsung kehidupan remaja di akar rumput.
“Turba seperti ini penting. Pembinaan tidak cukup hanya di tingkat atas, tetapi harus hadir di tengah-tengah remaja, mendengar persoalan mereka, memberikan pemahaman agama, sekaligus menguatkan karakter,” katanya.
Melalui pengajian remaja tersebut, LDII berharap generasi muda Kayuara tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keimanan yang kokoh, akhlak mulia, mandiri, mampu menghadapi tantangan zaman, serta berbakti kepada kedua orang tua.
Pembinaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya LDII dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cakap menghadapi perubahan zaman, tetapi juga tetap memiliki pegangan agama dan karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari.(ds)
