Musi Banyuasin (27/7)– Sebanyak 135 pemuda LDII Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengikuti kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) Zona Barat yang digelar di Aula Pondok Pesantren Taufiqurrohman, Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penggemblengan generasi muda sekaligus memperkuat semangat dakwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Peserta CAI merupakan utusan remaja masjid dan kader dakwah dari sejumlah PC dan PAC LDII se-Muba Zona Barat. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahim sekaligus pembinaan karakter bagi generasi muda LDII agar memiliki kepedulian terhadap agama, bangsa, lingkungan, dan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran yang disampaikan Ustaz Alif Muharram. Selanjutnya, Ketua Pelaksana Ustaz Choiruddin menyampaikan sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa barokah yang dipimpin Ustaz Sutikno, sebelum peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars CAI.
Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Ketua LDII Kabupaten Musi Banyuasin, H. Daud Sobri, yang sekaligus memberikan nasehat kepada para peserta.
Dalam nasehatnya, Daud Sobri menjelaskan bahwa Cinta Alam Indonesia (CAI) pada dasarnya merupakan kegiatan camping di alam terbuka yang digagas oleh alumni Pondok Pesantren Gading Mangu, Perak, Jombang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi sarana penggemblengan generasi muda untuk menumbuhkan semangat mencintai Tanah Air sekaligus menguatkan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.
“CAI bukan sekadar kegiatan di alam terbuka, tetapi menjadi wadah untuk menggembleng semangat mencintai Indonesia dan menggalakkan dakwah di tengah masyarakat,” ujar Daud Sobri.
Menurutnya, para pemuda harus mampu terus berkarya setelah kembali ke tengah masyarakat. Mereka diharapkan menjadi pribadi yang berdaya guna, mampu memberikan manfaat, serta menjadi agen perubahan ke arah yang positif.
“Peran pemuda saat ini sangat strategis dalam mengemban amanah dakwah. Karena itu, hendaknya kalian mampu menjadi contoh di tengah masyarakat,” pesannya.
Daud Sobri juga kembali menyampaikan pesan yang kerap ia tekankan dalam pembinaan generasi muda.
“Semakin jauh remaja dari agama, maka akan semakin jauh mereka dari nilai-nilai moral. Untuk menghindari dekadensi moral remaja, agama memegang peranan penting.”
Ia menegaskan, penguatan agama bagi generasi muda bukan hanya berkaitan dengan peningkatan pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk karakter agar mereka mampu menjalankan kehidupan dengan akhlak, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan CAI Zona Barat LDII Muba tersebut juga menjadi momentum bagi para peserta untuk saling mengingatkan tentang pentingnya mencintai alam Indonesia, peduli terhadap sesama, dan terus menghidupkan obor dakwah di tengah masyarakat.
Selain itu, generasi muda LDII didorong untuk senantiasa mematuhi dan tunduk terhadap aturan pemerintah serta berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, LDII Muba berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman dan pengetahuan selama mengikuti CAI, tetapi juga membawa semangat pengabdian ketika kembali ke lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, CAI diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang religius, berkarakter, cinta Tanah Air, peduli lingkungan, peduli sesama, serta berdaya guna bagi masyarakat luas.(ds)
