Bentengi Moral Remaja, DPD LDII Musi Rawas Gelar Pengajian Pemuda Serentak di Dua Zona

Musi Rawas (11/10). Guna membentengi moral dan kerohanian generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan modern, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Musi Rawas menggelar pengajian khusus pemuda-pemudi. Kegiatan pembinaan yang diikuti oleh ratusan peserta ini diselenggarakan secara serentak di dua zona pembinaan pada hari Minggu, 11 Oktober 2026.

​Pelaksanaan pengajian tersebut dibagi secara proporsional untuk menjangkau seluruh pemuda LDII di Kabupaten Musi Rawas. Untuk Zona 1, kegiatan dipusatkan di Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Megang Sakti, sementara untuk Zona 2 difokuskan di Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan BTS Ulu. Pembagian wilayah ini dinilai efektif untuk memaksimalkan kehadiran peserta dan mempermudah koordinasi antar Pimpinan Anak Cabang (PAC) di masing-masing wilayah.

​Rangkaian majelis ilmu ini diisi dengan berbagai agenda komprehensif, diawali dengan pembacaan dan pengkajian ayat suci Al-Qur’an. Setelah pendalaman dalil agama, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema kritis, yakni “Dampak Kemaksiatan di Akhir Zaman”. Pemilihan format diskusi kelompok ini dirancang agar para pemuda tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan turut aktif menganalisis berbagai fenomena sosial dan memecahkan studi kasus terkait kemerosotan moral di era digital.

​Ketua DPD LDII Kabupaten Musi Rawas, Wasiyat, memaparkan bahwa konsep pembinaan yang dikemas melalui FGD ini merupakan langkah adaptif organisasi dalam merangkul generasi milenial dan Gen Z. Ia menjelaskan, pemuda saat ini menghadapi tantangan yang sangat kompleks berupa maraknya kemaksiatan yang mudah diakses melalui gawai. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya dan dampak kerusakan moral di akhir zaman harus disampaikan dengan pendekatan yang dialogis agar esensi pesannya benar-benar diresapi oleh para peserta.

​”Di era akhir zaman ini, arus informasi dan budaya luar yang merusak moral sangat mudah menyusup ke ruang pribadi generasi muda kita. Melalui pengajian dan FGD di dua zona ini, kami ingin membangkitkan kesadaran kritis para pemuda agar mereka mampu menjadi filter bagi diri mereka sendiri. Harapan kami, pemuda LDII tidak sekadar menjauhi kemaksiatan, tetapi tumbuh menjadi generasi tangguh yang memegang teguh target ‘Tri Sukses’, yakni alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri,” urai Wasiyat menegaskan pesan moral di hadapan para pengurus dan peserta.

​Kegiatan pengajian pemuda-pemudi di kedua zona tersebut ditutup dengan penyampaian nasehat keagamaan oleh jajaran Dewan Penasehat (Wanhat) DPD LDII Musi Rawas. Melalui petuah dan doa penutup dari para sesepuh organisasi, diharapkan ratusan pemuda yang hadir dapat terus istiqomah menjaga ibadahnya, berbakti kepada orang tua, serta menjadi teladan yang memberikan pengaruh positif di tengah-tengah lingkungan pergaulan masyarakat Musi Rawas.

admin_taufik

Learn More →
Telegram
WhatsApp