PRABUMULIH (12/10) — DPD LDII Kota Prabumulih menggelar Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar yang diikuti 60 perwakilan PC dan PAC LDII se-Kota Prabumulih di Masjid Sabilul Muttaqin, Prabumulih, Sumatera Selatan, Minggu (11/10/2026).
Ketua DPD LDII Kota Prabumulih, H. Suhermanto Muis, SE, M.Si, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan jurnalistik dan literasi digital, sekaligus mendorong mereka menjadi content creator yang mampu menghasilkan konten positif, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutan pembukaannya, Suhermanto berharap peserta tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu memanfaatkan platform digital untuk berkarya dan menyebarkan informasi yang benar di tengah maraknya penyebaran hoaks.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap generasi muda semakin terampil dalam menyampaikan informasi, mampu membedakan fakta dan informasi yang belum terverifikasi, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Kami juga berharap mereka dapat menjadi content creator yang menghasilkan konten positif dan bermanfaat,” ujar Suhermanto.

Dalam pelatihan tersebut, Hadi Kusuma, pengurus KIM LDII PALI, menyampaikan materi penulisan berita langsung (straight news), pembuatan desain feed media sosial menggunakan Canva, serta fotografi dan videografi. Materi tersebut membekali peserta dengan keterampilan untuk mengemas informasi dalam bentuk tulisan dan visual yang menarik.
“Menulis berita bukan sekadar menyusun kata-kata. Informasi harus disampaikan dengan jelas, sementara foto, video, dan desain juga perlu diperhatikan agar pesan lebih menarik dan mudah dipahami,” kata Hadi.
Sementara itu, Dewan Penasihat (Wanhat) DPD LDII Kota Prabumulih, Agus Chawari, mengingatkan peserta agar mengutamakan kebenaran informasi dan tidak sekadar mengejar kecepatan atau perhatian pembaca. Ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlak dan nama baik organisasi dalam setiap aktivitas di ruang digital.
“Generasi muda jangan hanya menjadi konsumen media sosial, tetapi juga harus aktif berkarya melalui tulisan, foto, video, dan konten yang bermanfaat. Pastikan informasi yang disampaikan benar, serta tetap menjaga etika dan nama baik organisasi,” pesan Agus.
Agus berharap keterampilan jurnalistik dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan kegiatan dan kontribusi LDII kepada masyarakat secara faktual dan proporsional. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik dan konten digital yang tidak hanya menarik, tetapi juga akurat, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
