
Banyuasin (30/8). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuasin menggelar Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Catur Wulan II Tahun 2026 di Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sabtu–Minggu (29–30/8). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi dan evaluasi program sekaligus memperkuat sinergi antara DPD, Pimpinan Cabang (PC), dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII dalam mempercepat pelaksanaan program organisasi.
RAKORDA mengusung tema “Optimalisasi Peran Strategis LDII Banyuasin Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Kemandirian Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuasin, Isnaini Nugroho, S.Pd.I., M.M., Gr, mengatakan tema tersebut merupakan bentuk komitmen LDII untuk terus berkontribusi dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Tema ini diambil dalam rangka mengoptimalkan peran strategis LDII dalam membantu Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang terus konsisten menjadikan Banyuasin sebagai lumbung pangan nasional. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Isnaini.
Ia menjelaskan, pemberdayaan ekonomi umat menjadi salah satu perhatian penting karena besarnya potensi umat Islam perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.
“Umat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi produsen, pelaku usaha, inovator, dan bagian dari rantai nilai ekonomi nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan peningkatan sumber daya manusia secara berkelanjutan,” jelasnya.
Perkuat Literasi Digital Generasi Penerus
Selain membahas pemberdayaan ekonomi dan kemandirian pangan, RAKORDA juga membahas perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi penerus.
Menurut Isnaini, transformasi digital memberikan peluang besar bagi pengembangan pendidikan dan dakwah. Namun, pemanfaatannya harus diiringi dengan penguatan karakter, akhlak, dan literasi digital.
“Dakwah tidak boleh gagap teknologi. Namun, penguasaan teknologi harus disertai akhlak sehingga tidak menghadirkan disinformasi, manipulasi informasi, ujaran kebencian, dan rendahnya literasi digital yang dapat menyebabkan perpecahan di masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap para pengurus dan warga LDII dapat memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dan produktif, sekaligus membentengi generasi penerus dengan nilai-nilai agama dan akhlak yang luhur.
Kemenag Dorong LDII Terus Berkontribusi
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Banyuasin yang diwakili Kepala KUA Talang Kelapa, Ustadz M. Fauzan, S.Sos.I., M.Si, mengapresiasi pelaksanaan RAKORDA tersebut.
Dalam sambutannya, ia berharap LDII terus mengambil peran dalam pembangunan kehidupan masyarakat yang religius, moderat, rukun, harmonis, dan berakhlak mulia.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang damai sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Sumatera Selatan, H. Rahmatullah, S.Ag., M.Si, menekankan pentingnya sinergitas antara LDII dan Kementerian Agama dalam memperkuat kerukunan umat.
“Perlu adanya sinergitas antara LDII bersama Kementerian Agama dalam rangka mewujudkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di Kabupaten Banyuasin,” ungkap Rahmatullah.
Ia menambahkan, perbedaan yang ada di tengah masyarakat hendaknya tidak menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan kerukunan.
Dihadiri Jajaran LDII dan Mitra Organisasi
RAKORDA tersebut dihadiri Dewan Penasehat DPW LDII Provinsi Sumatera Selatan untuk Wilayah Banyuasin, KH. Mahfud Sholeh; Dewan Penasehat DPW LDII Provinsi Sumatera Selatan untuk Wilayah Palembang, H. Santoso, S.H.; Ketua DPW LDII Provinsi Sumatera Selatan H. Rahmatullah, S.Ag., M.Si; Wakil Sekretaris DPW Wildan Soleh, S.Pd., M.Si; serta Kepala Kankemenag Kabupaten Banyuasin yang diwakili Kepala KUA Talang Kelapa Ustadz M. Fauzan, S.Sos.I., M.Si.
Turut hadir Dewan Penasehat LDII Kabupaten Banyuasin H. Markaban dan H. Khamim Bashori, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuasin Isnaini Nugroho, S.Pd.I., M.M., Gr beserta jajaran pengurus, Ketua Senkom Mitra Polri Banyuasin Mochamad Zaka, S.Pd.I., M.M, Ketua SAKO SPN Banyuasin Marbita, S.Pd., SD, Ketua Persinas ASAD Banyuasin Suraji, serta Ketua FORSGI Kabupaten Banyuasin Sudarmadi.
Kegiatan juga diikuti Ketua dan Sekretaris 14 PC LDII se-Kabupaten Banyuasin, para ulama PC LDII se-Kabupaten Banyuasin, Ketua dan Sekretaris PAC LDII se-Kecamatan Talang Kelapa, serta tamu undangan lainnya.
Melalui RAKORDA Catur Wulan II, DPD LDII Kabupaten Banyuasin berkomitmen memperkuat konsolidasi organisasi dan mengoptimalkan kontribusi LDII dalam pemberdayaan ekonomi umat, kemandirian pangan, pendidikan, dakwah, serta penguatan literasi digital.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat peran LDII sebagai bagian dari elemen masyarakat yang turut mendukung pembangunan Kabupaten Banyuasin menuju masyarakat yang mandiri, harmonis, dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
