Harlah Ponpes KH Aqil Siradj Kempek, LDII Tekankan Pentingnya Merawat Ukhuwah dan Persatuan

CIREBON, 22 September 2026 — Persaudaraan dan persatuan dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan hari ulang tahun (Harlah) Pondok Pesantren KH Aqil Siradj (KHAS) Kempek dan Khatmil Juz ‘Amma di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (20/9/2026).

Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menghadiri kegiatan tersebut sebagai bagian dari silaturahmi dan upaya memperkuat ukhuwah antarelemen masyarakat.

Sekretaris DPP LDII Hasim Nasution mengatakan silaturahmi menjadi salah satu cara untuk merawat persaudaraan sekaligus memperkuat persatuan bangsa. Menurut dia, ukhuwah perlu dibangun tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial.

“Silaturahim ini menegaskan pentingnya merajut persaudaraan dan persatuan bangsa. Ukhuwah itu memang harus dibangun tanpa mengenal latar belakang. Ukhuwah juga harus ditanamkan untuk seluruh lapisan masyarakat,” ujar Hasim.

Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Keberagaman, menurut Hasim, merupakan modal sosial yang dapat memperkuat pembangunan bangsa.

“Negara kita berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yang menempatkan kebhinnekaan bangsa sebagai modal sosial dalam membangun bangsa dan negara,” katanya.

Hasim juga menilai kehidupan ukhuwah memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia menyebut Nahdlatul Ulama (NU), bersama para kiai dan pesantrennya, telah memberikan berbagai teladan dalam merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Pesantren dan tradisi persaudaraan

Salah satu Pimpinan Pondok Pesantren KHAS Kempek, KH Said Aqil Siradj, menyambut kehadiran para tamu dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan pesantren memiliki sejumlah nilai yang perlu terus dipertahankan, salah satunya tradisi persaudaraan antarsantri.

Menurut Said Aqil, kehidupan di pesantren mampu mempertemukan santri dari berbagai daerah dan latar belakang dalam satu lingkungan tanpa sekat kesukuan maupun daerah asal.

“Banyak sekali keistimewaan santri dan pesantren yang harus dilestarikan, antara lain ukhuwah yang sangat kental. Sesama santri itu tanpa ada sekat, semuanya menjadi satu, satu keluarga besar,” ujar Said Aqil.

Ia menambahkan, pengalaman hidup bersama di pesantren membuat perbedaan latar belakang menjadi tidak lagi menjadi sekat dalam membangun persaudaraan.

“Dari luar Jawa maupun dari dalam Jawa, Jawa, Sunda, kalau ada di satu pesantren sekarang sudah menjadi satu keluarga. Hilang sekat-sekat, hilang sekat suku,” katanya.

Said Aqil juga menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah di kalangan umat Islam. Menurut dia, perbedaan mazhab maupun aliran tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun persatuan.

“Saat ini ukhuwah sangat dibutuhkan. Bila umat Islam bersatu walaupun beda mazhab, beda aliran, maka lahirlah kekuatan yang luar biasa,” pungkasnya.

Peringatan Harlah Ponpes KHAS Kempek dan Khatmil Juz ‘Amma tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat menjaga persaudaraan dan persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

admin_taufik

Learn More →
Telegram
WhatsApp