OKU Timur (29/10). DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur menghadiri undangan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII Kabupaten OKU Timur pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan KONI Belitang atau Alun-Alun Sebiduk Sehaluan, Kabupaten OKU Timur, tersebut mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat OKU Timur Maju Lebih Mulia dengan Al-Qur’an”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mendorong pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
MTQ ke-XII dibuka secara resmi oleh Bupati OKU Timur, Lanosin. Kegiatan tersebut diikuti oleh 311 peserta yang merupakan perwakilan dari 20 kecamatan se-Kabupaten OKU Timur. Penyelenggaraan MTQ berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Oktober 2026, sebagai wadah bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat semangat mempelajari Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Lanosin menegaskan bahwa MTQ tidak semata-mata berorientasi pada perlombaan dan pencapaian prestasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan upaya bersama untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“MTQ ini bukan hanya kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menjadikan Al-Qur’an hadir, dipahami dan diamalkan dalam keseharian,” kata Lanosin.
Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu diwujudkan melalui pemahaman dan pengamalan ajarannya, bukan hanya melalui kemampuan membaca atau melantunkan ayat-ayat suci. Oleh karena itu, MTQ diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan generasi Qur’ani yang memiliki akhlak mulia, menjunjung tinggi nilai moral, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten OKU Timur, Mulyanto, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ ke-XII yang melibatkan peserta dari berbagai kecamatan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk meningkatkan semangat generasi muda dalam mempelajari Al-Qur’an sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
“MTQ merupakan kegiatan yang sangat positif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Kami berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan ini tidak berhenti pada perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengamalan ajaran Al-Qur’an dan pembentukan akhlak yang baik,” ujar Mulyanto.
Ia menambahkan, pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah daerah. Sinergi berbagai pihak tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami nilai-nilainya serta menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Mulyanto juga berharap penyelenggaraan MTQ dapat memperkuat kerukunan dan persaudaraan di tengah masyarakat OKU Timur. Nilai-nilai Al-Qur’an, seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan sikap saling menghormati, diharapkan semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.
“Harapan kami, melalui MTQ ini semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, memiliki karakter yang baik, dan mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan begitu, Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman dalam membangun keluarga dan masyarakat yang lebih baik,” katanya.
